Dalam beberapa dekade, puluhan kelompok etnis telah melakukan perlawanan terhadap militer Myanmar. Beragam kelompok etnis itu terbentuk karena penjajahan selama 124 tahun oleh Inggris. Beberapa daerah memiliki identitas etnis yang berbeda, tetapi setelah Myanmar merdeka, sebagian kelompok etnis duduk di pemerintahan dan sebagian lagi ingin lepas dari Myanmar. Kini, ada kelompok-kelompok yang juga melatih para demonstran anti kudeta untuk melawan junta militer. “Setelah kudeta militer 1 Februari lalu itu, ada kesadaran bersama antar kelompok etnis, kelas, budaya, agama dan ras,” kata Moe Thuzar, dari Yusof Ishak Institute. Aung San, bapak proklamasi Myanmar pernah membuat perjanjian agar puluhan etnis di Myanmar bersatu dan merdeka, tetapi enam bulan sebelum deklarasi kemerdekaan, dia tewas dibunuh. Pada 2015, anak Aung San, Aung San Suu Kyi, memulai perjanjian damai dalam pemerintahannya. Namun pada Februari 2021, kudeta militer kembali terjadi. Siapa saja kelompok etnis bersenjata di Myanmar? Simak videonya. ============ Berlangganan channel ini di: https://bit.ly/2Mkg9hY Instagram: https://ift.tt/2nV3kkF Twitter: https://twitter.com/BBCIndonesia Facebook: https://ift.tt/2MWR7XX #bbcindonesia
Kudeta militer Myanmar: Kelompok etnis bersenjata melawan junta militer - BBC News Indonesia
rizkyaulya
Subscribe