Konten keagamaan kini marak ditemukan di media sosial. Konten tentang Islam, Kristen, hingga Hindu dan Buddha bisa ditemukan di Instagram maupun TikTok. Para pemuka agama kini menjadikan media sosial sebagai sarana untuk menjangkau umat dengan lebih luas. "Media sosial menjadi sarana untuk menjangkau orang-orang yang sebelumnya tidak terjangkau," kata Sabah Ahmedi, imam sebuah masjid di London, Inggris. Selain itu, Sabah mengatakan, media sosial juga membuatnya lebih mudah menyampaikan pesan tentang keislaman. Para biarawati juga menggunakan media sosial untuk meluruskan stereotipe yang selama ini melekat dengan mereka. "Sebelumnya, para biarawati dianggap kolot, tua dan galak," ujar Suster Orianne, biarawati di Gereja St Paul. Video-video mereka yang viral di TikTok memberi pemahaman bahwa para biarawati pun punya kehidupan. "Mereka bisa melihat, kami hanya manusia biasa," ujar Suster Orianne, sembari tertawa. Tidak hanya imam dan biarawati, media sosial juga digunakan influencer Yahudi Orthodox untuk meluruskan prasangka terhadap Judaisme. Sementara para biksu kuil Shaolin di China memanfaatkan kepopuleran mereka di Douyin, untuk mengudang lebih banyak orang mengunjungi kuil mereka. #agama #mediasosial #nuntok ============ Berlangganan channel ini di sini: https://bit.ly/2Mkg9hY Ini adalah channel resmi BBC Indonesia, di mana kami menyajikan berita internasional dan berita nasional yang akurat dan tidak berpihak. Video tentang berita terkini disajikan dalam berbagai format, mulai dari video dokumenter, video eksplainer, dan wawancara tokoh. Terima kasih telah mengunjungi kami. Ikuti juga akun media sosial kami lainnya: ▪️ Instagram: https://ift.tt/2nV3kkF ▪️ Twitter: https://twitter.com/BBCIndonesia ▪️ Facebook: https://ift.tt/2MWR7XX #bbcindonesia
Saat imam masjid hingga biarawati eksis di Instagram dan TikTok - BBC News Indonesia
rizkyaulya
Subscribe