
Bentrokan terjadi ketika aparat gabungan TNI dan kepolisian memaksa masuk ke kampung adat di Pulau Rempang, Kepulauan Riau. Setidaknya enam warga ditangkap, dan puluhan orang - termasuk perempuan dan anak-anak - menjadi korban tembakan gas air mata. Sebanyak 16 kampung adat di Rempang Galang, Kepulauan Riau, terancam tergusur pembangunan proyek strategis nasional bernama Rempang Eco City. Pada Kamis (07/09) pagi, aparat keamanan memaksa masuk ke kampung adat untuk melakukan pemasangan patok batas. Saat aparat mulai masuk terjadi lemparan batu dari arah warga. Lemparan warga disambut oleh gas air mata yang ditembakkan oleh aparat. Tim gabungan terus merengsek masuk dan menangkap beberapa warga.Aparat juga masuk ke kawasan sekolah di SMP 33 Galang dan SD 24 Galang. Gas air mata ditembakan ke arah sekolah-sekolah tersebut. "Ketika di sekolah warga dan guru meminta tidak ada penembakan gas air mata karena ada anak SD, tiba-tiba sudah sampai di atap sekolah," kata Bobi Bani, warga yang menyaksikan kejadian itu kepada Yogi Eka Saputra, wartawan di Batam yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Kamis (07/09). #batam #rempang ============ Berlangganan channel ini di sini: https://bit.ly/2Mkg9hY Ini adalah channel resmi BBC Indonesia, di mana kami menyajikan berita internasional dan berita nasional yang akurat dan tidak berpihak. Video tentang berita terkini disajikan dalam berbagai format, mulai dari video dokumenter, video eksplainer, dan wawancara tokoh. Terima kasih telah mengunjungi kami. Ikuti juga akun media sosial kami lainnya: ▪️ Instagram: https://ift.tt/J1RKiqw ▪️ Twitter: https://twitter.com/BBCIndonesia ▪️ Facebook: https://ift.tt/Z4wyMDS #bbcindonesia