
Untuk pertama kalinya sejak 1965, tarian Genjer-Genjer kembali ditampilkan oleh penciptanya, Slamet Abdul Radjat, yang lebih dikenal sebagai Slamet Menur. Seniman asal Banyuwangi, Jawa Timur ini mengatakan seni dan budaya yang dipolitisasi rezim orde baru perlu mendapat ruang rehabilitasi. Keyakinan ini datang setelah Presiden Joko Widodo “atas nama negara” mengakui dan menyesalkan pelanggaran HAM berat masa lalu, termasuk Peristiwa 65-66. “Saya menginginkan orang-orang itu mengenal Genjer-Genjer bukan pada politik, tapi pada seni yang sebenarnya,” kata Slamet. Diciptakan pada 1942, lagu Genjer-Genjer langsung dekat dengan rakyat, karena "mudah diingat, mudah dinyanyikan dan mudah diperagakan untuk tarian," ujar Slamet. Namun, popularitas lagu Genjer-Genjer segera terbungkam seiring Peristiwa G30S. Lagunya mulai tak lagi dinyanyikan, dan hilang dari peredaran. Nyanyian lagu itu tak lagi terdengar, berganti senyap. Dan setelah orde baru tumbang, lagu ini tetap menjadi momok di tengah masyarakat. Di era modern, Genjer-Genjer masuk dalam daftar 150 lagu terbaik Indonesia sepanjang masa versi majalah Rolling Stone Indonesia pada 2009. Rolling Stone menyebut lagu itu disebut "paling terkenal sekaligus paling sial". #genjergenjer #g30spki ============ Berlangganan channel ini di sini: https://bit.ly/2Mkg9hY Ini adalah channel resmi BBC Indonesia, di mana kami menyajikan berita internasional dan berita nasional yang akurat dan tidak berpihak. Video tentang berita terkini disajikan dalam berbagai format, mulai dari video dokumenter, video eksplainer, dan wawancara tokoh. Terima kasih telah mengunjungi kami. Ikuti juga akun media sosial kami lainnya: ▪️ Instagram: https://ift.tt/yf0KOmx ▪️ Twitter: https://twitter.com/BBCIndonesia ▪️ Facebook: https://ift.tt/Chl8VwO #bbcindonesia