
Salah satu warga eks Kampung Bayam, Haeriah, merasa lega dengan hasil kesepakatan dengan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Senin (03/06) lalu. Kendati begitu, dia mengaku “was-was” dengan nasibnya nanti. Sebab berkaca dari pengalaman sebelumnya, mereka yang sudah memegang SK Wali Kota Jakarta Utara untuk menghuni Kampung Susun Bayam masih bisa diusir. Apalagi saat ini mereka hanya memegang kesepakatan dan janji membangun rusun yang tidak jelas lokasi dan waktu pembangunannya. “Mulai membangun [rusun baru] juga tahun berapa belum tahu. Kami masih terombang-ambing. Masih belum nyaman dan hidup kami. Istilahnya masih belum layak,” ungkap Haeriah saat ditemui di hunian sementara Paguyuban Warga Kelompok Tani, Jakarta Utara, Kamis (06/06). Hasil kesepakatan yang dimediasi oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) pada Senin (03/06), Pemprov DKI Jakarta berjanji akan membangun rusun baru untuk warga di Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara, yang tak jauh dari kawasan Jakarta International Stadium (JIS). Sebelumnya, pemerintah menawarkan Rusun Nagrak, di Cilincing, Jakarta Utara. Selain itu, Jakpro dan Pemprov DKI juga berjanji akan membantu menyediakan kebutuhan pokok seperti air dan listrik di kawasan huntara, memberikan pelatihan pekerjaan dan kesempatan bekerja bagi warga yang memenuhi syarat, serta memulihkan kehidupan layak bagi warga. BBC News Indonesia telah meminta tanggapan Pemprov DKI Jakarta dan Jakpro terkait tindak lanjut kesepakatan. Namun hingga artikel ini diterbitkan, kedua pihak tidak memberikan tanggapan. #jis #kampungbayam #hutjakarta ============ Berlangganan channel ini di sini: https://bit.ly/2Mkg9hY Ini adalah channel resmi BBC Indonesia, di mana kami menyajikan berita internasional dan berita nasional yang akurat dan tidak berpihak. Video tentang berita terkini disajikan dalam berbagai format, mulai dari video dokumenter, video eksplainer, dan wawancara tokoh. Terima kasih telah mengunjungi kami. Ikuti juga akun media sosial kami lainnya: ▪️ Instagram: https://ift.tt/z9myD0d ▪️ Twitter: https://twitter.com/BBCIndonesia ▪️ Facebook: https://ift.tt/SXWq0Nn #bbcindonesia