
"Setelah perusahaan ada, hampir tiap bulan selalu banjir," kata warga Desa Kulo, Halmahera, Maluku Utara. Warga di empat desa di sekitar tambang nikel mengalami banjir yang mereka sebut sebagai 'banjir terparah' dengan ketinggian air hingga dua meter di tempat tertentu. Ribuan orang mengungsi akibat banjir yang terjadi sejak 20 Juli 2024. Warga mengatakan bahwa sebelumnya banjir memang pernah terjadi, namun tidak pernah masuk ke pemukiman. Banjir juga langsung reda dalam sehari. BNPB mengatakan banjir disebabkan intensitas hujan yang tinggi sejak pekan lalu, yang menyebabkan Sungai Kobe meluap dan diperparah air pasang dari laut. Tapi para pegiat lingkungan mengatakan banjir juga terjadi karena perusahaan-perusahaan di kawasan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), terus membuka lahan untuk tambang nikel, sehingga menyebabkan fungsi alami hutan hilang. Apakah benar perusahaan tambang jadi biang keladi banjir yang berlangsung selama berhari-hari itu? #banjir #halmahera #tambangnikel ============ Berlangganan channel ini di sini: https://bit.ly/2Mkg9hY Ini adalah channel resmi BBC Indonesia, di mana kami menyajikan berita internasional dan berita nasional yang akurat dan tidak berpihak. Video tentang berita terkini disajikan dalam berbagai format, mulai dari video dokumenter, video eksplainer, dan wawancara tokoh. Terima kasih telah mengunjungi kami. Ikuti juga akun media sosial kami lainnya: ▪️ Instagram: https://ift.tt/eGKrtA3 ▪️ Twitter: https://twitter.com/BBCIndonesia ▪️ Facebook: https://ift.tt/4kPiaV5 #bbcindonesia