
“Mak! badannya panas, panas, perih ditaruh [dilumuri] cabai sama Umi!" ujar Marnita, ibu seorang santri yang mendapat hukuman dilumuri cabai oleh istri pimpinan daya, lembaga pendidikan setingkat pesantren. Marnita mengatakan hukuman itu diterima anaknya lantaran dia ketahuan merokok. Di dayah tempat anak tersebut bersekolah, memang terdapat sanksi jika melanggar aturan, seperti dicukur rambut hingga plontos. Namun tidak ada sanksi spesifik jika merokok. Tidak tahan dengan panas dan perih karena lumuran cabai, santri tersebut berlari pulang ke rumah dan menceburkan diri ke bak mandi. Video tersebut kemudian viral di media sosial, yang juga memicu diskusi tentang kekerasan serta hukuman fisik berlebihan di pesantren. Saat ini polisi telah menetapkan pelaku sebagai tersangka, sementara pengamat pendidikan di Aceh menilai maraknya kekerasan di dayah karena tafsir agama dan pola didik yang salah. #pesantren #pendidikan ============ Berlangganan channel ini di sini: https://bit.ly/2Mkg9hY Ini adalah channel resmi BBC Indonesia, di mana kami menyajikan berita internasional dan berita nasional yang akurat dan tidak berpihak. Video tentang berita terkini disajikan dalam berbagai format, mulai dari video dokumenter, video eksplainer, dan wawancara tokoh. Terima kasih telah mengunjungi kami. Ikuti juga akun media sosial kami lainnya: ▪️ Instagram: https://ift.tt/0bW4ZfP ▪️ Twitter: https://twitter.com/BBCIndonesia ▪️ Facebook: https://ift.tt/OEbAX8R #bbcindonesia