
Saat putri Keira lahir pada November lalu, dia hanya diberi waktu dua jam bersama bayinya, sebelum akhirnya si buah hati dibawa ke panti asuhan. "Begitu dia lahir, saya mulai menghitung detik-detik bersamanya," kata Keira, perempuan berumur 39 tahun. "Saya terus melihat jam untuk mengetahui berapa lama waktu yang kami miliki." Tiba saatnya, putrinya yang bernama Zammi, diambil dari pelukan. Keira mengaku menangis tak terkendali. Lalu berbisik "maaf" kepada bayinya. "Rasanya seperti sebagian dari jiwaku mati," tuturnya. Keira adalah satu dari banyak perempuan Greenland yang tinggal di wilayah Denmark. Mereka tengah berjuang mendapatkan kembali anak-anak mereka yang dibawa oleh Dinas Sosial Denmark. Dalam kasus-kasus tersebut, bayi dan anak-anak dipisahkan dari orang tua setelah uji kompetensi orang tua—yang dikenal di Denmark sebagai FKUs. Tes ini diterapkan pemerintah Denmark untuk menilai apakah para orang tua itu layak menjadi orang tua. Mei lalu, pemerintah Denmark melarang penggunaan tes ini pada penduduk di Greenland setelah mereka mendapat kritik selama puluhan tahun. Namun tes ini tetap diterapkan kepada penduduk lainnya di Denmark, termasuk Greenland yang berstatus wilayah otonom di dalam Kerajaan Denmark. #denmark #greenland #ibu #anak ============ Berlangganan channel ini di sini: https://bit.ly/2Mkg9hY Ini adalah channel resmi BBC Indonesia, di mana kami menyajikan berita internasional dan berita nasional yang akurat dan tidak berpihak. Video tentang berita terkini disajikan dalam berbagai format, mulai dari video dokumenter, video eksplainer, dan wawancara tokoh. Terima kasih telah mengunjungi kami. Ikuti juga akun media sosial kami lainnya: ▪️ Instagram: https://ift.tt/1SdANsI ▪️ Twitter: https://twitter.com/BBCIndonesia ▪️ Facebook: https://ift.tt/fzoCmYj #bbcindonesia